Tuesday, 26 May 2009

Reason Toolbar dan kegunaannya


Di dalam Reason anda akan menemui Toolbar seperti ini. Posisi Toolbar ini ada di sebelah kiri atas sequencer. Toolbar ini berisi berbagai macam Tools untuk editing Clips dan Events. Toolbar ini berisi tools-tools sebagai berikut (dari kiri ke kanan).

/> Edit / Arrange Mode Button :Tombol ini berguna untuk mengganti tampilan sequencer, edit mode atau arrange mode.
/> Arrow Tool / Selection Tools : berguna untuk men-select, resize dan memindahkan clips maupun event. Secara default, tools ini yang terpilih ketika kita menjalankan Reason. (Shortcut = tombol Q pada Keyboard).
/> Pencil Tool : untuk menggambar clips dan events (Shortcut = tombol W pada Keyboard).
/> Erase Tool : untuk men-delete clips dan events (Shortcut = tombol E pada Keyboard).
/> Razor Tool : untuk men-split clips. (Shortcut = tombol R pada Keyboard).
/> Magnifying Glass / Kaca pembesar : untuk men-zoom in atau zoom-out di sequencer view. (Shortcut = tombol T pada Keyboard).
/> Hand Tool : digunakan untuk scrolling pada layar. (Shortcut = tombol Y pada Keyboard).
/> Snap On / Off : mengaktifkan atau men-nonaktifkan snap, snap berguna agar clips yang kita buat melekat pada grid yang sudah ada.

Semoga tips sederhana ini berguna bagi anda semua yang ingin belajar Reason lebih lagi.

Kegunaan tombol Tab di Reason

Tiap kali kita menekan tombol Tab di Reason, device Reason akan berbalik arah dari front panel menuju back panel atau sebaliknya. Secara umum, Reason user akan menggunakan tampilan front panel dalam menyusun device-device-nya. Misalkan anda ingin meng-create sebuah NNXT Advanced Sampler dan terhubung langsung dengan chanel 1 dari Reason Mixer, anda tinggal klik kanan di Reason Mixer > Create > NN-XT Advanced Sampler. Secara otomatis NN-XT akan segera tersambung. Demikian pula jika setelah itu anda langsung meng-create Redrum, Redrum akan masuk ke Channel 2 secara otomatis pula.

Jika anda tidak ingin Reason menghasilkan sambungan secara otomatis, klik tombol shift saat anda meng-create device yang anda inginkan.

Untuk anda yang termasuk Advanced User dan suka meng-create sendiri routing dari device Reason anda dengan tujuan menghasilkan konfigurasi khusus, tampilan Back Panel cocok untuk anda. User tipe ini biasanya tetap membiarkan Back Panel nampak di layar, sambil merubah routing kabel dari Reason. Jika visualisasi kabel-kabel tersebut mengganggu anda, tekan tombol L di keyboard anda, maka kabel-kabel tersebut akan menghilang.

Happy experimenting!

Monday, 25 May 2009

Menambah Stereo Width di Maelstrom

Maelstrom menggunakan dua oscillator dalam menghasilkan soundnya. Oscillator tersebut disebut Osc A dan Osc B. Ada parameter khusus yang bisa di atur untuk merubah kelebaran stereo (stereo widening) dari Maelstrom, yaitu parameter spread. Parameter tersebut terletak di sebelah kanan bawah dari device Maelstrom. Putar ke kanan untuk menambah stereo widening dan putar ke kiri untuk menguranginya. Ketika anda menambah stereo width dengan knob spread ini, Osc A akan lebih cenderung ke kiri sedangkan Osc B akan ke kanan. Selamat mencoba!

Sunday, 24 May 2009

Maelstrom - Graintable Synthesizer

Maelstrom adalah sebuah synthesizer di Reason yang menggunakan Granular Synthesis sebagai jantung suaranya. Ada beberapa macam tipe sintesis, salah satunya adalah Granular, dalam sistem Granular ini, sample suara tidak digunakan secara keseluruhan sebagai oscillator namun dibagi menjadi grain-grain yang lebih kecil untuk di jadikan sumber suara.

Singkat kata Maelstrom mempunyai kemampuan menghasilkan suara yang lebih kompleks dibanding Substractor. Namun walaupun demikian Substractor tetap mempunyai keunikannya sendiri, pandanglah keduanya sebagai satu saudara yang akan membantu membangun sonic arsenal anda.

Maelstrom juga mempunyai modulation yang dapat disinkronisasi dengan tempo sequencer sehingga bisa menghasilkan efek ritmik yang bervariasi. Kembali ke masalah granular syntesis, pada sistem wavetable keseluruhan samples akan dimainkan begitu not di tekan. Pada granular synthesis, sample dibagi menjadi segmen-segmen yang lebih kecil yang disebut grain. Grain inilah yang nantinya bisa dimanipulasi sesuai keinginan user lewat bermacam parameter. Menggunaan kombinasi granular synthesis dan wavetable maka Maelstrom disebut juga Graintable Synthesist.

Berekspolarasilah dengan preset Maelstrom dalam Reason Factory Soundback dan get familiar with it, you will be on the right way to create good music. Cheers!

Friday, 22 May 2009

Soundfonts dan Reason

Soundfonts format adalah hasil kerjasama dari E-Mu Techonologies dengan Creative Software (produsen soundblaster) dan digunakan dalam berbagai aplikasi virtual instruments dan didukung oleh banyak hardware.

Sound ada yang dalam soundfonts disimpan dalam sebuah wavetable synthesized sound sehingga user bisa meng-edit multisamples di dalamnya dengan program khusus seperti Vienna Soundfonts Studio dan Awave.

Sounfonts ini akhirnya bisa dimainkan lewat sebuah Wavetable Synthesizers, yang pada umumnya berupa Audio Card (misalnya soundblaster live atau audigy), sehingga sebuah sound card biasa bisa berubah fungsi menjadi sebuah sampler.

Di dalam Reason, modul yang mendukung soundfonts adalah NNXT, NN19 dan Redrum. Ketiganya memungkinkan user untuk browsing dan meng-load soundfonts. Soundfonts biasanya telah terorganisis secara hirarkis. Module - module dalam Reason dapat meng-load samples atau preset yang ada didalam soundfont tersebut, namun bukan soundfont-nya secara keseluruhan. Hal ini namun bukan menjadi suatu halangan, karena dengan preset-preset tersebut kita sudah bisa menggunakannya untuk bahan lagu kita.

Dr Rex - Flexible Loops Player

Anda suka menggunakan Loops? Dr Rex akan memainkannya untuk anda. Bukan hanya memainkan, tetapi juga memanipulasi loops tersebut secara lengkap. Sebutkan saja yang anda perlukan : time stretch, tempo changing, pitch shift, filtering dan lain sebagainya, bukan masalah bagi Dr. Rex. Format Loops yang dimainkan mempunyai extension *.rx2. File ini sebenarnya adalah file *.wav yang telah di-slice (dipotong-potong) oleh sebuah program khusus bernama Recycle.

Cara kerja Dr. Rex Loop player pada dasarnya mirip dengan program-program lain seperti Acid dan Ableton Live. Namun ada perbedaan - perbedaan algoritma dalam ketiga program tersebut, misalnya Acid melakukan proses slicing secara otomatis, sedangkan recycle secara manual. Ableton Live memiliki algoritma yang paling beda karena ia memperkenalkan suatu konsep yang disebut time warping.

Karena sudah terbagi menjadi slice-slice tertentu, masing-masing slice tersebut dapat dimanipulasi sesuai keinginan composer. Misalkan anda menginginkan slice no 2 dinaikkan pitch-nya lalu slice no 18 di turunkan volume-nya, anda akan dapat melakukannya dengan mudah lewat panel visual dari Dr. Rex.

Selain itu Dr. Rex juga memiliki CV output, dimana masing-masing slice yang dimainkan bisa menjadi trigger untuk module Reason yang lain, misalnya Redrum. Jadi anda bisa mengatur misalnya setiap pukulan snare dari Loops, akan dibarengi dengan sound snare lain dari redrum. Proses sound yang dobel ini lazim disebut sebagai sound layering.

Dr. Rex juga memiliki parameter lain seperti frequency cutoff dan resonance. Filter ini membuat sound yang dihasilkan bisa lebih bervariasi lagi. Anda dapat membuat efek-efek seperti sweep, dengan parameter ini. Untuk sound yang lebih 'crazy' lagi, anda dapat menggunakan full automation dari Reason untuk merubah parameter ini secara realtime.

Untuk Loops-Loops yang bersifat non-percussive seperti rhythm guitar, piano chord loops, anda dapat menggunakan tombol transpose untuk merubah nada dasar dari loops tersebut, untuk disesuaikan dengan nada dasar lagu anda.


Mixer 14:2

Mixer 14 : 2 adalah mixer utama dari Reason, mixer ini dibuat berdasarkan sebuah model mixer dari Mackie. 14:2 memiliki arti, mixer ini memiliki 14 input dan 2 output (stereo).

Reason Mixer atau yang lazim disebut sebagai Remix, memiliki 4 aux send. Hal ini berarti ada 4 effects tambahan yang bisa dimasukkan ke dalam mixer ini lewat jalur send dan return. Sifat dari aux send ini adalah post fader, artinya jumlah sinyal yang dikirimkan adalah tergantung pada level fader, namun khusus untuk aux send no 4, ada pilihan untuk mengirimkan sinyal audio sebelum melewati fader, lewat tombol pre-fader.

Remix juga dilengkapi dengan equalizer sederhana berupa knob treble dan bass yang bisa diaktifkan dengan meng-klik tombol eq terlebih dahulu. Tersedia juga knob panorama, untuk mengatur posisi instrumen ke kanan atau ke kiri dalam sebuah stereo field. Setelah itu tentu nya ada 14 fader dan satu master fader yang semuanya dapat di otomatisasi pergerakannya lewat Reason Automation.

Jika anda menggunakan instrumen lebih dari 14 buah, anda dapat membuat lagi sebuah Reason Mixer dengan meng-klik kanan mouse anda pada saat cursor ada di atas Reason Mixer dan pilih Create >> Mixer 14:2. Prosedur ini otomatis akan membuat sebuah mixer baru yang sudah tersambung (chained) dengan mixer pertama.

Sekilas Reason

Sejak awal, Reason telah membuat banyak orang kagum. Tak berlebihan jika software yang dibuat oleh programer Swedia ini disebut sebagai software yang lengkap.

Konsep Reason sebenarnya sederhana yaitu sebuah software dimana seorang musisi dapat memperoleh apapun yang ia perlukan untuk membuat sebuah lagu. Lalu apa bedanya Reason dengan software lain seperti Nuendo atau Protools? Kedua program tersebut memiliki fungsi yang lebih umum yaitu merekam suara, kemudian disusul dengan kemampuan mengolah data MIDI untuk memainkan virtual instruments. Reason bukanlah pesaing kedua program tersebut, justru ia adalah pelengkap yang sangat baik untuk keduanya. Reason dapat dihubungkan dengan Nuendo maupun Protools dengan sebuah sistem yang disebut Rewire.

Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa Reason adalah sebuah virtual instruments. Hanya saja lebih dari sekedar virtual instruments, Reason merupakan suatu emulasi lengkap dari sebuah studio musik. Apapun yang kita temui di sebuah studio dapat kita temukan di dalam Reason.

Reason menganut sistem Closed Architecture, dimana Propellerhead Software tidak mengundang pihak ketiga untuk membuat plugins bagi Reason. Hal ini lain dengan apa yang terjadi di dunia VST maupun RTAS (lihat di komputek edisi-edisi sebelumnya). Dalam platform ini banyak sekali plugins yang dibuat oleh pihak ketiga.

Sistem tertutup ini membuat Reason memiliki komponen yang terbatas, karena tidak memiliki plugins, namun hal ini sekaligus menjadi kekuatan Reason. Karena tidak menerima plugins dari pihak ketiga, artinya Reason terbebas dari kemungkinan crash yang disebabkan ketidakcocokkan kode pemrograman antara plugins dan host. Hal ini membuat Reason sangat stabil, hampir bisa dikatakan tidak pernah crash, sesuatu yang sangat diperlukan oleh sebuah program musik profesional.